Faktor Dan Proses Penuaan Dini
Seiring perjalanan usia, proses penuaan pun terus berlangsung, tubuh akan mengalami perubahan-perubahan yang menyebabkan Involusl dan degradasi jaringan. fungsi, organ tubuh pun mulai mengalami kemunduran baik fisik maupun mental.
Masa lanjut usia bukanlah masa yang hanya tinggal menunggu vonis alam atau masa yang taklepas dari serangan berbagai penyaklt yang akan mengantarkannya pada kematian. Namun, ciptakanlah masa tua yang menyenangkan, produktif, dan energik tanpa harus merasa tua dan tidak berdaya.Tumbuhkan motivasi agar selalu merasa berada di wilayah muda selamanya.
Banyak orang tetap muda dengan cara memperhatikan makanan, olahraga, tidur, hubungannya dengan orang lain dan mampu mengatasi tantangan hidup dengan baik. Oleh karena itu, pada usia 4O tahun, 50 tahun, atau 80 tahun pun tetap dapat menikmati hidup dan tetap merasa muda.Semuanya tergantung pada sikap dan cara Anda menjaga diri sendiri sehingga tetap merasa awet muda dibanding usia yang sebenarnya.
Masa lanjut usia bukanlah masa yang hanya tinggal menunggu vonis alam atau masa yang taklepas dari serangan berbagai penyaklt yang akan mengantarkannya pada kematian. Namun, ciptakanlah masa tua yang menyenangkan, produktif, dan energik tanpa harus merasa tua dan tidak berdaya.Tumbuhkan motivasi agar selalu merasa berada di wilayah muda selamanya.
Banyak orang tetap muda dengan cara memperhatikan makanan, olahraga, tidur, hubungannya dengan orang lain dan mampu mengatasi tantangan hidup dengan baik. Oleh karena itu, pada usia 4O tahun, 50 tahun, atau 80 tahun pun tetap dapat menikmati hidup dan tetap merasa muda.Semuanya tergantung pada sikap dan cara Anda menjaga diri sendiri sehingga tetap merasa awet muda dibanding usia yang sebenarnya.
Secara umum, proses penuaan dipahami dari proses pembelahan sel yang merupakan faktor endogenik dan tidak dapat dihentikan.Sel manusia mempunyai masa hidup yang terbatas. Setelah membelah sebanyak 50-100 kali, proses pembelahan sel berhenti. Kultur sel pun menjadi tua (senescene) yang akan menjadikan seseorang mengalami kemunduran, baik fisik maupun mental.
Ada beberapa teori proses penuaan yang dikembangkan, tetapi dalam bahasan ini, teori radikal babas lebih banyak terkait dalam pengendalian proses penuaan.Teori radikal bebas menerangkan pengaruh suatu elektron bebas yang tidak berpasangan, bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Radikal bebas akan bergabung dengan apa saja yang ada di sekitarnya yang menyebabkan kerusakan sel. Proses inilah yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis maupun biologis dalam proses penuaan, seperti timbulnya flek dan keriput pada wajah kerontokan rambut, dan lain sebagainya, serta tidak jarang menimbulkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung koroner (PJK), kanker, dan lain-lain.
Untuk menangkal serangan radikal babas yang yang berbabaya dan merusak tubun diperlukan senyawa antioksidan yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal babas. Dengan demikian proses penuaan dan serangan berbagai penyakit degeneratif akan bisa dicegah dan dihindari jenis-jenis antioksidan antara lain vitamin A (betakaroten), vitamin B. vitaminC. vitamin E. koenzim Q10. selenium, seng dan mangan.
Teori penuaan bukanlah harga mati yang tidak dapat diubah atau dikendalikan sebingga seseorang dipaksa memasuki wilayah lanjut usia. Banyak jalan untuk menahan laju penuaan tanpa peduli berapa jumlah tahun yang telah dilewati. Langkah pertama yang harus dipahami adalah mengetahui faktor dan pemicu proses penuaan untuk kemudian dikendalikan secara tepat.